Sejumlah Honorer di Koltim Terancam Tidak Gajian, Maryono: Mereka Malas

KOLAKA TIMUR - Sejumlah pegawai honorer pada Dinas Kearsipan dan Perpustaakan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), teranjam tidak gajian.
Salah satu pegawai honorer kepada SultraNews.co.id mengatakan, jika gaji mereka selama dua bulan belum dibayarkan oleh kadisnya.
"Dia tahan gajinya kita. Padahal anaknya dia apropkan ji," ungkapnya, sembari meminta untuk dirahasiakan identitasnya.
Lebih lanjut dia bilang, gajinya mereka anak honor ditahan dengan alasan kami tidak pernah masuk kantor.
"Lumayan juga itu dua bulan, bulan 11 dan 12, 2 juta rupiah juga," tuturnya.
Ia juga beberkan, hingga saat ini belum juga dikirim melalui rekening mereka. Padahal kata dia, dana tersebut sudah masuk rekening kantor.
"Bukan hanya kita anak honor, termaksud SPPD nya PNS juga ditahan," bebernya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Koltim Maryono membenarkan jika honor tersebut belum dibayarkan.
Kata dia, honor mereka bukan tidak dibayarkan, tapi dipending dengan pertimbangan karena mereka jarang masuk kantor.
"Mereka (anak honor red) jarang masuk kantor. Sebagai pimpinan saya harus tegas. Masa kita harus bayarkan sementara mereka jarang masuk kantor," papar Maryono yang dihubungi melalui sambungan teleponnya, Kamis (23/12/2021).
Lebih jauh Maryono megungkapkan jika dirinya akan membayar honor mereka di Minggu depan. Tetapi tahun depan di Bulan Januari 2022, dirinya bakal mengeluarkan honorer yang jarang masuk kantor itu.
"Saya tidak bisa mempertahankan anak-anak honor seperti itu. Karena percuma juga kita membayarkan hmgaji mereka, kalau jarang masuk kantor. Apel pagi dan apel sore saja mereka tidak pernah ada. Jadi bagaimana kita mau pertahankan mereka, justru merugikan negara," cetusnya.
SN
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaPalsukan Sertifikat Vaksin, Dua Warga Ladongi Terancam di Penjara
Baca Lainnya
Sedang Hamil 5 Bulan, Istri di Kolaka Timur Grebek Suami Bersama Selingkuhan Janda Usia 19 Tahun
KOLAKA TIMUR, Sultranews.co.id – Seorang wanita di Kolaka Timur (Koltim), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menggerebek suaminya di salah satu kompleks perumahan, yang sedang bersama wanita lain. Video yang…
Mengaku Diserang Secara Bertubi-tubi, Asrimuddin Memohon Minta Hapus Berita Pasca Viral, Penyaluran Alsintan Kemungkinan Berdampak
KONAWE, Sultranews.co.id - Pasca berita mengenai Asrimuddin yang mengaku sebagai pengurus Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau yang dikenal dengan P3TGAI sekaligus menjadi perantara dalam kepengurusan…
Mengaku Pengurus P3TGAI di Sultra, Asrimuddin Tipu Puluhan Kelompok Hingga Ratusan Juta Uang Petani
KONAWE, Sultranews.co.id - Nama Asrimuddin mungkin tidak asing lagi untuk kalangan para kelompok petani yang sering berurusan di bidang Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi atau yang…
Puskesmas Tinondo Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan Khidmat, Tekankan Akhlak Mulia dalam Pelayanan Kesehatan
KOLAKA TIMUR, SultraNews.co.id - Puskesmas Tinondo, Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan khidmat di halaman Puskesmas pada Kamis, 12 September…
Dugaan Kecurangan Pengusulan Tenaga P3K Paruwaktu di Kolaka Timur: Masyarakat Desak Transparansi
KOLAKA TIMUR, SultraNews.co.id - Salah satu masyarakat setempat mengungkapkan adanya dugaan kecurangan dalam pengusulan tenaga P3K paruwaktu di Kecamatan Uliwoi, Kabupaten Kolaka Timur. Menurutnya, terdapat nama-nama honorer siluman…
Kronologis Kasus OTT KPK yang Menyeret Bupati Koltim Abdul Azis beserta Kroninya
JAKARTA, SultraNews.co.id - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan duduk perkara perihal operasi tangkap tangan (OTT) untuk kasus dugaan korupsi pada dana alokasi khusus (DAK) pembangunan RSUD di Kolaka…















