Sosialisasi Inovasi PESONA SOROPIA Dorong Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Konawe

waktu baca 3 menit
Foto Sosialisasi Inovasi Pesona Soropia

KONAWE, Sultranews.co.id – Upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal terus dilakukan di Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu gagasan inovasi yang diperkenalkan adalah PESONA SOROPIA, akronim dari Pengembangan Ekowisata, Sosialisasi, Optimalisasi, dan Akselerasi Pariwisata di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe.

Sosialisasi inovasi PESONA SOROPIA menjadi bagian penting dalam memperkenalkan konsep pengembangan pariwisata yang lebih terintegrasi dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, pemuda, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kecamatan Soropia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata bahari dan ekowisata. Sejumlah destinasi seperti Pulau Bokori, Saponda, Pantai Toronipa, serta potensi wisata alam dan budaya lainnya menjadi modal strategis untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata unggulan daerah. Dokumen perencanaan Kabupaten Konawe juga menempatkan Kecamatan Soropia sebagai salah satu kawasan utama wisata bahari dengan potensi pengembangan wisata pantai, snorkeling, diving, dan ekowisata.

Foto Sosialisasi Inovasi Pesona Soropia

Melalui inovasi PESONA SOROPIA, Harianti, S.Pd., M.M selaku Camat Soropia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata diarahkan tidak hanya pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat lokal. Masyarakat diharapkan dapat mengambil peran aktif melalui pengembangan produk UMKM, kuliner khas daerah, kerajinan, jasa transportasi wisata, homestay, pemandu wisata, serta berbagai usaha ekonomi kreatif yang mendukung sektor pariwisata.

Hariati, juga menekankan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. Pengembangan destinasi wisata diharapkan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan sehingga potensi alam yang dimiliki Kecamatan Soropia dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang.

“Sosialisasi ini menjadi momentum untuk membangun kesamaan pemahaman dan komitmen bersama dalam mengembangkan Kecamatan Soropia sebagai kawasan wisata yang memiliki daya saing. Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci utama, terutama dalam aspek promosi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan sarana dan prasarana, penguatan kelembagaan, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran destinasi wisata,” ucapnya.

Keberadaan inovasi PESONA SOROPIA diharapkan mampu menjadi penggerak baru dalam pembangunan ekonomi lokal. Dengan pengelolaan yang terencana dan partisipatif, sektor pariwisata dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, sekaligus meningkatkan daya tarik Kabupaten Konawe sebagai salah satu destinasi wisata di Provinsi Sulawesi Tenggara.

“Melalui semangat “Bersama Mengembangkan Potensi, Bersama Membangun Pariwisata Berkelanjutan”, PESONA SOROPIA diharapkan menjadi inovasi yang mampu mengoptimalkan potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif di Kecamatan Soropia khususnya dan Kabupaten Konawe pada umumnya,” harapnya.

Pada akhirnya, PESONA SOROPIA bukan sekadar program pengembangan destinasi wisata, tetapi merupakan sebuah gerakan kolaboratif untuk menjadikan potensi lokal sebagai kekuatan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Kecamatan Soropia diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di Kabupaten Konawe dan Provinsi Sulawesi Tenggara.

Laporan: Redaksi