Proyek Pembangunan Puskesmas Wolasi Telan Rp 1.8 Miliyar dan Diduga Terbengkalai
KONAWE SELATAN, Sultranews.co.id -Laskar Pemuda Merah Putih (LPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaporkan dugaan korupsi Proyek Pembangunan Gedung Puskesmas Wolasi, Kabupaten Konawe Selatan, di Polda Sultra, Kamis (22/5/2025).
Proyek pembangunan Puskesmas Wolasi yang diduga terbengkalai itu, menghabiskan anggaran sebesar Rp 1.892.655.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2024, melalui Dines Kesehatan Kabupaten Konsel, yang dipihak ketigakan ke CV Artha Jaya Pratama.
Menurut Sarwan, S.H selaku Ketua LPMP Sultra mengaku telah melaporkan secara resmi dugaan terbengkalainya gedung Puskesmas Wolasi tersebut, di Polda Sultra.
“Benar, saya telah melaporkan di Ditreskrimsus Polda Sultra, terkait adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan gedung Puskesmas Wolasi, dengan nilai kontrak 1.892.655.000,” ujar Sarwan kepada media ini.
Kata sarwan, laporan ini merupakan langkah kongkrit, agar APH segera melakukan penyelidikan mendalam terhadap pihak terkait yakni Dinas Kesehatan Konsel, PPK, Dirut CV Artha Jaya Pratama, terkait penyebab terbengkalainya gedung puskesmas tersebut.
Dirinya juga menyayangkan dengan anggaran yang begitu Fantastis, justru menghasilkan gedung yang terbengkalai.
“Sampai hari ini gedung puskesmas belum dapat difungsikan. Dengan anggaran yang besar tetapi faktanya volume pekerjaan di lapangan tidak sesuai malah terbengkelai alias mangkrak. Seharusnya gedung Puskesmas Wolasi ini suda dapat digunakan tahun ini,” Sarwan menyayangkan.
Lebih Anehnya lagi, kata Sarwan, proyek tersebut sudah mendapat teguran dan diberikan sanksi adendum yang terhitung dari 28 Desember hingga 16 Februari 2025, tetapi sampai hari ini tak kunjung selesai hingga Mei 2025.
“Jadi bisa disimpulkan pembangunan gedung Puskesmas Wolasi ini sudah barang mangkrak. Karena tahun ini sudah dianggarkan kembali lagi,” ungkapnya.
“Oleh karena itu, kami akan mengawal kasus ini sampai adanya penetapan tersangka dari proyek tersebut. Kami pastikan minggu depan kami akan gelar aksi unjuk rasa di Mapolda Sultra sekaligus pertanyakan progres laporan polisi kami,” tutup Sarwan.
Laporan: Jaspin






