Demo PT VDNI dan PT OSS di Jakarta, Mahasiswa Sultra Diserang OTK

JAKARTA - Mahasiswa asal Sultra diserang Orang Tak Dikenal (OTK) saat aksi demonstrasi di Jakarta di kawasan SCBD atau kawasan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mereka demonstrasi soal dugaan teror kejahatan lingkungan yang dilakukan PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steell (OSS).
Nahas, puluhan mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang tergabung dalam lembaga Lingkar Kajian Kehutanan (LINK) Sultra mendapatkan tindakan represif dari pihak aparat kepolisian dan tim keamanan (security) Kantor BEI.
Tak hanya aparat kepolisian dan keamanan BEI, masa aksi juga dipukuli puluhan pria diduga merupakan preman sewaan perusahaan asing asal Cina.
Ketua Umum Link Sultra, Muh. Andriansyah Husen mengungkapkan, sejak awal melakukan aksi demonstrasi di dua titik sebelumnya yakni Kantor Kementerian Investasi RI dan Mabes Polri berlangsung damai.
"Dititik aksi ketiga yakni di kantor pusat PT VDNI yang berada di kawasan SCBD tepatnya BEI, tetiba saja aparat kepolisian dan tim keamanan BEI melakukan tindakan represif terhadap demonstran," ujarnya.
Aktivis yang populer dengan sapaan Binggo ini menjelaskan, bahwa dalam kondisi hujan lebat, pihaknya didorong aparat kepolisian dan tim keamanan BEI. Bahkan, dirinya bersama rekan-rekannya yang mencoba menghindari kericuhan tersebut justru dikejar orang tak dikenal yang diduga preman, sembari dipukuli dan ditendang.
Lebih lanjut, aktivis lingkungan ini menyayangkan sikap managemen PT VDNI yang terkesan sudah mempersiapkan preman untuk menghadang perjuangan mereka dalam menyelamatkan keberlangsungan hidup masyarakat di lingkar tambang.
Bagaimana tidak, teror pencemaran lingkungan PT VDNI dan PT OSS, masyarakat Kabupaten Konawe dan Konawe Utara yang berdomisili di lingkar tambang, paling merasakan dampak buruknya. Mulai dari serangan penyakit Ispa akibat debu batu bara, hingga hilangnya mata pencaharian warga karena tambak yang dicemari limbah B3 perusahaan asing tersebut.
"Sangat disayangkan, pihak kepolisian dan keamanan BEI melakukan tindakan represif kepada kami. Bahkan, sekelompok orang tak dikenal yang diduga preman turut mengejar dan memukuli teman-teman kami. Jika benar para preman ini sengaja disiapkan untuk menghalau perjuangan kami, maka sangat disayangkan pihak perusahaan masih melakukannya tindakan-tindakan premanisme," ujar Binggo.
"Dan tindakan represif ini tak akan menurunkan semangat juang kami. PT VDNI dan PT OSS harus bertanggungjawab atas teror kejahatan lingkungan yang mereka lakukan, dua perusahaan asing itu harus segera angkat kaki dari bumi anoa," tegasnya.
Binggo juga menyebutkan, bahwa aksi di Kantor Kementerian Investasi, pihaknya ditemui langsung oleh Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia.
"Pak Bahlil sendiri yang menemui kami dan membahas persoalan teror kejahatan lingkungan yang dilakukan PT VDNI dan PT OSS. Selepas dari itu kami ke BEI di kantor PT VDNI, dan di sanalah kami mendapatkan tindakan represif dari pihak kepolisian dan kemananan BEI," ungkap Andriansyah.
Menurutnya, jika kematian adalah jalan untuk menentukan kebenenaran, maka dirinya bersama rekan-rekannya akan menempuh jalan itu, demi kepentingan masyarakat.
Andriansyah menegaskan, dirinya akan melakukan konsolidasi masif untuk kembali melakukan aksi demonstrasi lebih besar.
"Tunggu. Sekarang kami telah melakukan konsolidasi ke setiap universitas yang ada di Jakarta. Sekali lagi saya tegaskan, kami tak akan gentar sedikiti pun," tegasnya.
Sementara itu, Menteri Investasi RI, Bahlil Lahadalia meminta kerja sama Link Sultra untuk mengatasi kasus teror kejahatan lingkungan PT VDNI dan PT OSS.
"Oke dinda, sekarang kita kerja sama, kamu bantu saya, saya bantu kamu, untuk kita selesaikan persoalan ini demi kepentingan masyarakat," kata Bahlil Lahadalia saat menemui masa aksi.
Laporan : Muhammad Alpriyasin
Uploader : Risal
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaPresiden Jokowi Dijadwalkan Pekan Depan Resmikan Bendungan Ladongi
Baca Lainnya
Posaline Dewi Kembali Diperiksa, Kejati Sultra Kembangkan Kasus Korupsi PT AMIN Rp 233 Miliyar
KENDARI, Sultranews.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa terpidana kasus PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN), Posaline Dewi, pada Selasa (14/7/2026). Posaline tiba di…
2 Pria Asal Kolaka Nekat Transaksi Sabu 100 Gram Dekat RS Bahteramas Kendari, Dibekuk Ditresnarkoba Polda Sultra
KENDARI, Sultranews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Dalam operasi digelar, Selasa (12/5/2026) dini hari, polisi…
Bantuan Pangan Capai 10.405 Jiwa Terdampak Banjir di 6 Daerah Sulawesi Tenggara
KENDARI, Sultranews.co.id - Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Bulog menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada di Sulawesi Tenggara (Sultra), khususnya yang terdampak banjir. Keputusan penyaluran…
Jaksa Gadungan di Kendari Tipu Mahasiswa, Janjikan Kerja Penjaga Tahanan Kejaksaan, Uang Dipakai Foya-foya
KENDARI, Sultranews.co.id – Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berhasil mengungkap kasus tindak pidana penipuan, Selasa (12/5/2026) sekira pukul 03.30 Wita. Polisi mengamankan seorang Jaksa Gadungan…
Kecanduan Sabu Pria 29 Tahun di Kota Kendari Gasak Mesin Cuci Orangtuanya, Dijual ke Rekan Sendiri Rp650 ribu
KENDARI, Sultranews.co.id – Seorang pria berinisial MT (29), di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diamankan personel kepolisian. Usai menggasak perabot rumah tangga milik keluarganya, demi memenuhi…
Honda Scoopy Curian Dijual Rp3 Juta di Media Sosial, Dua Pria Dibekuk Polresta Kendari, Beraksi Usai Ambil Tempelan Sabu
KENDARI, Sultranews.co.id - Dua pelaku curanmor di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil dibekuk polisi, pada Minggu (29/03/2026). Kedua pelaku pencurian motor ini yakni pria berinisial DE…















