HukumKendari

Laode Rahmat Apiti: Silakan Demo, Asal Jangan Bakar Atribut

KENDARI – Demonstrasi yang dilakukan oleh Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Mahasiswa dalam rangka menolak Munas Kadin dan menolak kedatangan Presiden, diapresiasi oleh Laode Rahmat Apiti selaku Koordinatro penyelenggara Munas Kadin Sultra.

Laode Rahmat Apiti mengatakan, silakan saja berdemontrasi karna itu adalah bagian dari aspirasi, asalkan jangan membakar atribut Kadin dan lain sebagainya.

“Demo boleh saja karena itu bagian dari dialektika publik, tapi jangan main bakar atribut (bendera kadin), pinta Rahmat.

Bendera, kata Odet panggilan akrabnya, merupakan atribut paling “suci” bagi setiap organisasi. Siapapun tidak akan menerima jika atributnya dibakar apalagi bendera yang menjadi simbol terhormat kadin.

“Sudah sejak minggu yang lalu saya sampaikan pada elemen elemen penolak munas agar datang ke Kadin untuk menyampaikan aspirasi, karena itu juga adalah pesan dari Ketua Kadin Sultra Anton Timbang. Karena beliau berpesan agar menghadapi pendemo dengan humanis dan bila mereka ke Kantor Kadin jamu dengan makan siang atau makan malam,” tutur Odet menyampaikan pesan Anton Timbang.

Lanjut Odet, Kami tidak akan melalukan tindakan anarkis untuk memberi pelajaran pada adik adik yang demo, sebab teman-teman Kadin Sultra masih bijak merespon mereka.

“Sampaikan aspirasi dengan cara-cara yang “ningrat”. Kalau terpelajar tentu demonya tidak brutal, Karena bakar bendera bagian dari tindakan brutalisme,” ucapnya.

Editor : Jaspin

Sumber : Media Center Munas Kadin Sultra

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id