PMI Konawe Gelar Diklatsar, Titin KSK Sambut Calon Relawan Palang Merah Remaja

waktu baca 2 menit
Ketua PMI Konawe Titin KSK, saat membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Konawe. Kamis (11/8/2022) kemarin. Foto Sultranews.co.id

KONAWE – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira se-Kabupaten Konawe.

Pembukaan kegiatan tersebut dihadiri langsung Ketua PMI Konawe, Titin Kery Saiful Konggoasa (KSK) di pelataran kantor PMI, Kamis (11/8/2022) kemarin.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Diklatsar PMR Konawe, Desi menuturkan, tema yang diangkat kali ini adalah “Sambut Kemerdekaan dengan Semangat Kemanusiaan Sebagai Bentuk Relawan Masa Depan yang Tanggap, Terlatih dan Berkarakter.” Waktu kegiatan akan berlangsung mulai tanggal 11 sampai 14 Agustus 2022, yang bertempat di Markas PMI dan PKK Konawe.

Desi menerangkan, Diklatsar kali ini diikuti peserta madya dan wira dari 18 sekolah tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA yang tersebar di Konawe. PMR Madya berjumlah 119 orang, sedangkan Wira berjumlah 94 orang. Total keseluruhan mencapai 213 peserta.

Sementara itu, Ketua PMI Konawe dalam mengawali sambutannya, memberikan apresiasi yang tinggi kepada para panitia kegiatan. Menurut perempuan bernama lengkap Titin Nurbaya Saranani itu, kegiatan Diklatsar awalnya bakal diundur karena kendala tekni. Akan tetapi, karena semangat panitia yang tinggi, kegiatan dapat berlangsung dan menjadi rangkaian dari pelaksanaan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

“Ini adalah kegiatan besar PMI, setelah dua tahun belakangan kita tidak kumpul-kumpul seperti ini karena Pandemi Covid-19,” ujarnya.

Perempuan yang juga anggota DPRD Sultra itu mengatakan, para siswa peserta Diklatsar merupakan orang2 terpilih. Mereka adalah utusan yang dipilih, diantara ratusan siswa di tiap-tiap sekolah. Oleh karenanya, ia berpesan agar para siswa betul-betul memanfaatkan momentum tersebut untuk menimba pengalaman dan ilmu selama kegiatan.

Titin mengungkapkan, seorang kader PMR itu harus tahu beberapa keterampilan dasar terkait tugas-tugas PMI di lapangan. Anggota PMR harus tahu bagaimana memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan, keterampilan buat tandu, buat dapur umum dan siap menghadapi bencana.

“Kalian yang rela meninggalkan tempat tidur enak di rumah dan datang ke tempat ini, manfaatkan sebaik mungkin momen ini untuk menimba ilmu,” terangnya.

Lanjut Titin, tugas pokok PMI selama ini adalah ikut dalam penanggulangan bencana, pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, transfusi darah dan pengembangan organisasi. Sedangkan, PMR sendiri merupakan relawan masa depan yang menjadi salah satu kekuatan PMI dalam melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan.

“Kehadiran anggota baru PMR akan menjadi kekuatan bari PMI Konawe dalam melaksanakan tugas kemanusiaan di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya.

Laporan: Jaspin