Proyek Halte Bus Dishub Sultra Bernilai Ratusan Juta Terbengkalai

waktu baca 2 menit
Ketgam. Halte Bus yang terletak di gerbang Puuwatu.

Kendari – Proyek bangunan halte bus yang dikerjakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), kondisinya kini semakin memprihatinkan, Senin (8/6/2020).

Bahkan beberapa halte bus yang dibangun di sejumlah titik di pinggir jalan Kota Kendari, terbengkalai dan dibiarkan rusak begitu saja.

Salah satunya, halte bus yang terletak di gerbang perbatasan Puuwatu, Kota Kendari, kini bangunan itu sebagian konstruksinya telah rusak dan dipenuhi tumbuhan semak belukar.

Tidak hanya disitu saja, bahkan beberapa bangunan halte bus yang dibangun oleh Dishub Sultra juga mengalami kondisi serupa, “terbengkalai”.

Salah seorang sopir angkutan yang kerap mangkal di gerbang Puuwatu, mengaku halte itu sudah lama tidak berfungsi dan tidak mengetahui peruntukannya.

“Lama mi saya cari penumpang disini, saya lihat itu halte bus begitu-begitu saja tidak terpakai dan ditutupi tanaman semak-semak,” ucap sopir ini yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Sultra News, Senin (8/6/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Dishub Provinsi Sultra, Hasina Hado, saat dikonfirmasi oleh Sultra News menampik soal terbengkalainya halte bus tersebut.

“Bagaimana mau berfungsi kalau belum ada terminalnya, soalnya sementara mau dibangun. Halte itu kan hanya percontohan sekaligus kita promosi agar pihak swasta juga ikut membuatnya,” ujar Hasina Hado saat ditemui Sultra News di gedung DPRD Sultra, Senin (8/6/2020).

Selain itu, Hasina menyebut pembuatan halte bus itu hanya sekedar untuk dijadikan sarana promosi untuk menarik perhatian pihak lain agar ikut membuatnya.

“Itu kan sebenarnya kita bangun kita promosikan agar pihak swasta ikut membuat halte itu dengan biayanya sendiri. Dan itu mobile sifatnya bisa dipindahkan ke tempat lain kalau sampai 2021 tidak berfungsi,” terangnya.

Baca Juga :  Tolak Revisi UU Penyiaran, Puluhan Jurnalis di Kota Kendari Gelar Aksi

Hasina Hado mengatakan pihaknya hanya  membangun sekitar 10 halte bus yang ditempatkan di beberapa lokasi di Kota Kendari.

“Sekitar 10 kita buat, biayanya tidak sampai Rp200 juta kita keluarkan. Padahal kita masih butuh ratusan sebenarnya untuk membangun halte tersebut,” katanya.

Hasina Hado juga prihatin banyak ditemui kendaraan berasal dari luar daerah yang kedapatn masih mangkal di bawah pohon dan tempat tidak layak lainnya.

“Tidak prihatin kah kalau banyak kendaraan dari luar daerah nongkrong di bawah pohon. Kan seharusnya mereka berhenti di halte tersebut,” jelasnya. (SN)