KendariSerba-serbi

Sulkarnain Ingin Jadikan Kota Kendari Miniaturnya Indonesia

Kendari – Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengukuhkan pengurus Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat Nusantara (Forkomla) Nusantara Kota Kendari periode 2020-2023 di Media Center Satgas Penanganan Covid- 19 Rujab Wali Kota Kendari, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Sulkarnain berharap dengan hadirnya Forkomla Nusantara dapat menjadi wadah untuk merajut kebersamaan, mengokohkan silahturahmi, membangun komunikasi, mensinergikan potensi yg dimiliki sehingga cita-cita menghadirkan Kota Kendari sebagai miniatur Indonesia dapat terwujudkan.

“Kita berharap betul-betul Kota Kendari ini menjadi rumah kita bersama”, ungkapnya.

Selain itu, Sulkarnain mengajak Forkomla Nusantara hadir ditengah masyarakat sebagai teladan, contoh bagi komunitas mewakili etnis masing-masing menjadi fasilitator, mediator sekaligus motivator bagi masyarakat Kota Kendari.

“Oleh karena itu, dengan peran ini saya menitipkan beberapa hal, untuk bisa kita lakukan bersama-sama karena kami menyadari dari awal bahwa pemerintah Kota Kendari tidak mungkin bekerja sendirian. Memang betul kami memiliki tanggung jawab mengelolah, mengoptimalkan seluruh sumber daya seluruh stakeholder yang ada di Kota Kendari, tetapi tentu memiliki keterbatan”, ujarnya.

Untuk itu, Sulkarnain meminta dukungan kepada pengurus Forkomla Nusantara untuk bersama-sama mengajak masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan sekaligus menyukseskan program vaksinasi yang sedang dijalankan oleh pemerintah.

“Kami ingin menyampaikan bahwa tentu kita merasakan dampak selama 1 tahun ini dan program vaksinasi adalah salah satu jalan yang bisa membebaskan kita dari ujian pandemi Covid-19”, imbuhnya.

Dikatakannya, meskipun banyak kontroversi yang menyertai, akan tetapi jika terus berada dalam ketidakpastian atau terseret kedalam info-info yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, maka jalan yang bisa dilakukan adalah mempercayai lembaga-lembaga resmi yang diisi oleh orang-orang yang mempunyai kredibilitas, integritas yang mempertanggung jawabkan terkait apa yang disampaikan kepada publik, antara lain dengan vaksin telah keluar Fatwa Majelis Ulama Indonesia dan BPOM yang memiliki otoritas untuk menyatakan sebuah produk dinyatakan sehat dan layak untuk digunakan oleh masyarakat.

“Dari sisi medis, kesehatan tentu dua rekomendasi ini cukup menjadi pengangan kita bersama untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat, kepada seluruh kalangan yang menjadi bagian dari lingkungan kita masing-masing. Inilah jalan yang sedang diupayakan oleh pemerintah sebagai solusi untuk mengajak masyarakat keluar dari pandemi Covid-19”, tutupnya.

Laporan. Isra Waode

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id