Tersandung Kasus Dugaan Penipuan, Penyidik Polda Sultra Layangkan Surat Panggilan ke BOS PT AMI

KENDARI - Kasus PT Akar Mas Internasional (AMI) terus bergulir di Mapolda Sultra, terkait dugaan tindak pidana penipuan dan atau penggelapan yang menyeret nama H. Harun Basnapal selaku BOS-nya.
Baru-baru ini, beberapa saksi telah memenuhi panggilan penyedik Polda Sultra guna dimintai keteragan diantaranya Ahli Pidana, pihak Notaris, Syahbandar Kolaka, anak dan saudara H. Harun Basnapal yakni Richi Basnapal dan Ridwan Basnapal.
Eka Angga Pratama, S.H., M.H yang merupakan kuasa hukum Faisal Manomang melalui pesan tertulisnya mengatakan, beberapa saksi-saksi dalam perkara kasus tersebut telah memenuhi panggilan penyedik beberapa waktu lalu. Dan saat ini, pihak penyidik telah melayangkan surat ke H. Harun Basnapal melalui salah satu jasa pengiriman menuju Jakarta.
"hari ini dikrimkan surat ke H. Harus Basnapal di Jakarta. Kemungkinan sekitar 10 hari dari sekarang baru bisa dia hadir sama penyidik," tulis Eka dalam pesan whatsApp nya, Rabu (1/2/2023).
Saat ditanyai terkait isu-isu yang beredar soal adanya perdamaian, Eka panggilan akrabnya, sedikit geram mendegarnya. "Kata siapa dihentikan atau sudah berdamai? Saya aja PH Pelapornya baru dengar itu,"tuturnya dengan ekspresi kaget saat ditelepon.
Yang jelas kata Eka, perkara ini masih kita kawal prosesnya, dan masih tahap Penyelidikan. Hampir tiap minggu kita flowup ke polda.
"Hasil kordinasi terakhir kami dengan penyidik katanya semua saksi sudah diambil keterangannya baik itu dari pihak notaris yang membuat akta pernyataan, Richi Basnapal yang sekarang penanggung jawab PT.AMI, dan Ridwal Basnapal selaku orang yang mengenalkan Terlapor dan Pelapor atau yang memfasilitasilah, bahkan Syahbandar Pomalaa juga sudah memberikan keterangan dan menyerahkan seluruh dokumen asli terkait kegiatan PT.AMI periode 2021-2022, begitu pula dengan saksi ahli yang menjelaskan apakah perkara ini tatanan pidana atau bukan," jelas Eka.
Untuk H. Harun Basnapal, lanjut Eka, katanya hari ini penyidik kembali mengundang beliau. Penyidik menyampaikan kepada kami agar bersabar karena untuk surat undangan pamanggilannya H. Harun diberikan waktu 10 hari dengan alasan domisili.
"H. Harun Basnapal di luar wilayah Sultra jadi memang membutuhkan waktu yang berbeda dari biasanya untuk menyampaikan panggilan BOS PT AMI," tuturnya.
Terkait H. Harun Basnapal telah menyerahkan persoalan ini kepada anaknya Richi Basnapal, Eka dengan gamblang bilang sekarang kita sudah berbicara tentang proses hukum pidananya, bagaimana mungkin pertanggung jawaban hukum pidana bisa dilimpahkan kepada orang lain, itukan sebenarnya hanya bahasa-bahasa menghindari pertanyaan dari teman-teman media.
"Kalo misalkan kasus ini bergulir sampai ke pengadilan masa sih Richi Basnapa yang mau diadili. Lagi pula kitakan juga belum tahu proses kedepannya seperti apa karena sejak 2019 Richi Basnapal itu sudah menjadi BOS AMI, mana tahu Richi Basnapal juga ada keterlibatan (turut serta). Entah itu sebagai orang yang ikut membatu melakukan suatu perbuatan kah atau orang yang menyuruh melakukan suatu perbuatan kah nanti kita lihat prosesnya seperti apa, pada prinsipnya itu semua kewenangan teman-teman penyidik, tapi yang pastinya kami akan terus mengawal kasus ini," tutup Mas Eka.
Laporan: Jaspin
Pria di Bombana Sembunyikan Sabu Siap Edar di Dalam Sarung, Polisi Temukan 13,02 Gram, Ada Uang Tunai dan Ponsel
Manajemen PT RCP Bantah Keterkaitan Penangkapan Arlan dengan Perusahaan
Akibat Informasi Menyesatkan, Kantor PT RCP Jadi Sasaran Amukan Massa
Narkoba Jaringan Internasional Beraksi di Sultra, 6,5 Kg Sabu Diamankan, Ancaman Pidana Mati!
KPK Dalami Dugaan Korupsi Pembangunan 31 RSUD di Indonesia, Total 8 Tersangka Ditahan
Berita BerikutnyaPemda Konawe Apresiasi Kelurahan Toriki, Raih Penghargaan Award Desa Cantik Terbaik 2022
Baca Lainnya
Posaline Dewi Kembali Diperiksa, Kejati Sultra Kembangkan Kasus Korupsi PT AMIN Rp 233 Miliyar
KENDARI, Sultranews.co.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali memeriksa terpidana kasus PT Alam Mitra Indah Nugraha (PT AMIN), Posaline Dewi, pada Selasa (14/7/2026). Posaline tiba di…
Kasus Dugaan Perzinaan Dua Oknum Guru P3K Konawe Makin Terang, Kuasa Hukum Ungkap Fakta Baru
KONAWE, Sultranews.co.id – Kasus Dugaan perzinahan Oknum Guru P3K di Kabupaten Konawe yang dilaporkan oleh seorang ibu rumah tangga pada 18 mei lalu terhadap sang suami yang kedapatan…
Sesama Penegak Hukum Unjuk Kesolitan, Polres dan Kejari Konawe Komitmen Soal Penegakan
KONAWE, Sultranews.co.id – Polres Konawe dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Konawe menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergitas dan soliditas dalam penegakan hukum di Kabupaten Konawe. Komitmen tersebut ditunjukkan…
KSPN Sultra Desak Penindakan, Viral Kedatangan TKA asal Tiongkok di Pomalaa Diduga Tanpa Dokumen Jelas
KONAWE, Sultranews.co.id - Maraknya Tenaga Kerja Asing di Sulawesi Tenggara bukan menjadi isu baru, bahkan penomena dalam perusahaan-perusahaan besar di bidang pertambangan. Apalagi yang melibatakn modal atau investor…
2 Pria Asal Kolaka Nekat Transaksi Sabu 100 Gram Dekat RS Bahteramas Kendari, Dibekuk Ditresnarkoba Polda Sultra
KENDARI, Sultranews.co.id - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu di Kota Kendari. Dalam operasi digelar, Selasa (12/5/2026) dini hari, polisi…
Aksi Pencurian Pria Misterius di SMA Lambuya Konawe Terekam CCTV, Barang Elektronik Raib Dibawa Kabur
KONAWE, Sultranews.co.id – Seorang pria di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), terekam CCTV sekolah, hendak mencuri, Selasa (12/5/2026) sekira 02.00 Wita. Aksi pencurian ini terjadi di SMA Negeri…















