KesehatanKonawePendidikan

Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak di SDN 2 Wonggeduku, Kadis Dikbud Konawe Sebut Tidak Ada Larangan dan Sanksi

KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konawe, terus melaksanakan kegiatan Vaksinasi Covid-19 terhadap anak usia 6 sampai 11 tahun, di Sekolah Dasar Negeri (SDN) maupun Swasta.

Kepala Dinas Dikbud Koawe Dr. Suriyadi, S.Pd., M.Pd, meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di SDN 2 Wonggeduku, didampingi Camat Wonggeduku Barat (Wobar) Abdul Hasim, SP., M.Si, Kepala Desa (Kades) Wonggeduku Syawal, S.Sos, Kepala Puskesmas (Kapus) Wobar Hj. Rosnani, S.Km., M.Kes dan Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 2 Wonggeduku Laris, S.Pd serta dipantau langsung dari pihak kepolisian Polsek Wonggeduku Aipda Safrianto, S.H dan Bripka Muh. Ilhamsyah S.H.

Doktor Suriyadi disela-sela kunjungannya itu, memberikan suport dan dukungan terhadap Zyazha dan Vikratuha Azisah, siswa kelas satu yang paling pertama melakukan vaksinasi.

Advertisement
Fose bersama, Kepala Dinas Dikbud Koawe Dr. Suriyadi (keempat dari kanan), Camat Wobar Abdul Hasim (keempat dari kiri), Kades Wonggeduku Syawal, Kapus Wobar Hj. Rosnani, Kepsek SDN 2 Wonggeduku Laris, Polsek Wonggeduku Aipda Safrianto, S.H dan Bripka Muh. Ilhamsyah S.H, saat meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi, Rabu (2/2/2022). Foto Sultranews.co.id

“Patut kita berikan edukasi dan suport terhadap anak-anak kita yang sudah berani mengikuti vaksinasi. Vaksinasi ini bukan untuk ditakuti, melainkan diyakini bahwa untuk kesehatan dan kekebalan akan tubuh kita, khususnya untuk adik-adik di bangku sekolah ini,” ucap Suriyadi, sembari memberikan hadiah terhadap kedua siswa vaksinasi, Rabu (2/2/2022).

Suriyadi, sapaan akrab Kadis Dikbud Konawe ini mengatakan, pelaksanaan vaksinasi terhadap anak khususnya ditingkat Sekolah Dasar (SD), terus dilakukan. mengigat sasaran terhadap vaksinasi Covid-19 berada di target 27 ribu vaksinasi anak siswa siswi tingkat SD sederajat.

“Terget kita berada di 27 ribu siswa se Kabupaten Konawe. Artinya dari terget vaksinasi anak ini, diharapkan mampu tercapai dengan maksimal. Kita berupaya agar target ini terpenuhi,” ujar Suriyadi.

Tim Puskesmas Wobar, saat melakukan pemeriksaan tekanan darah terhadap siswa vaksinasi. Foto Sultranews

Lebih jauh Suriyadi memaparkan, saat ini belum ada regulasi secara resmi mengatur akan sanksi terhadap pelaksanaan vaksinasi anak, sehingga tidak ada paksaan.

“Jika ada orang tua siswa yang belum siap anaknya di vaksin maka ditunda dulu, sampai orang tua atau siswa itu sendiri siap untuk melakukan vaksin,” jelas Suriyadi.

Untuk itu, Suriyadi mengimbau kepada seluruh Kepsek yang telah melakukan vaksinasi, agar diistirahatkan dulu.

“Siswa diistirahatkan dulu, sembari dilakukan pemantauan terhadap tim kesehatan dari Puskesmas setempat, sampai siswa tersebut betul-betul sehat,” tutupnya.

Antusias orang tua murid, saat melakukan pendaftaran. Foto Sultranews.co.id

Kepsek SDN 2 Wonggeduku Laris, S.Pd menyebut, dari jumlah siswa keseluruhan 141, terdapat 10 siswa yang tidak mengikuti vaksinasi, dikarenakan siswa tersebut sementara sakit.

“Alhamdulillah, pada saat sosialisasi orang tua siswa setuju anaknya di vaksin. Tidak ada satupun yang menolak untuk tidak divaksin. Hanya memang (orang tua siswa Red), sedikit agak was-was, mengigat banyaknya kejadian-kejadian yang mereka dapat baik di media sosial ataupun dari orang-orag sekitar,” pungkas Laris.

Editor: Ovhin

Uploder: Sultan

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id