KonawePeristiwa

Tuntut Perbaikan Jembatan, Warga di Konawe Segel Kantor Bupati Hingga DPRD

Konawe – Sejumlah desa di Kecamatan Latoma Kabupaten Konawe hingga kini masih terisolir. Sebuah jembatan penghubung di Desa Wawolatoma yang putus akibat terseret arus banjir tahun 2019 hingga kini belum mendapat perhatian.

Pemda bahkan belum membuat jembatan penyebrangan darurat sebagai akses yang bisa dilalui warga. Melihat kondisi itu, ada warga yang coba membuat rakit penyebrangan (pincara, red). Namun untuk sekali menyeberang ada biaya jasa yang harus di bayar dan sangat membebani warga yang melintas.

Untuk motor dipatok Rp10 ribu jika kondisi normal. Harga akan naik jika kondisi arus sungai besar, yakni Rp15 rb. Sementara mobil dipatok dengan harga Rp50 ribu. Itu untuk sekali menyeberang saja. Bisa dibayangkan kalau pulang balik.

Kondisi itulah yang menggerakan sejumlah anak muda yang tergabung dalam Konsorsium Masyarakat Latoma. Puluhan anak muda itu menggelar aksi unjuk rasa, Kamis (11/6/2020).

Awalnya, massa mendatangi Sekretariat DPRD Konawe. Setelah berorasi tidak ada satu pun unsur pimpinan dan anggota dewan yang datang menemui massa.

Untuk melampiaskan kekesalannya, massa pun mencoret gedung dengan cat semprot bertuliskan “segel”. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk penyegelan simbolis di gedung dewan yang dialamatkan kepada para anggota dewan.

Massa kemudian melanjutkan aksinya ke Kantor Bupati Konawe. Di sana, kedua pimpinan daerah sedang tidak berada di tempat, sehingga tak satupun pejabat yang menemui massa. Massa pun kembali melakukan penyegelan simbolis.

Aksi massa kemudian dilanjutkan ke Kantor Dinas PUPR Konawe. Di sana, massa diterima oleh Plt. Sekretaris Dinas, Noor Jannah. Dari wanita berjilbab itu massa kemudian mendapati jawaban kalau desain jembatan latoma telah ada. Namun untuk pengerjaannya harus menunggu tahun depan (2021).

“Yang akan kami lakukan terlebih dulu tahun ini adalah membuat penyeberangan agar masyarakat untuk sementara bisa tetap lancar beraktivitas, sembari menunggu pengerjaan jembatan betonnya,” jelas Noor Jannah.

Untuk memastikan apakah anggaran pembangunan jembatan itu ada, massa pun mendatangi kantor BAPPEDA Konawe. Namun pimpinan kantor juga sedang tidak ada di tempat. Massa pun kembali melakukan penyegelan dengan mencoret dan menaruh pot penghalang di pintu depan kantor.

Koordinator Lapangan Massa Aksi, Irvan menuturkan, pihaknya meminta agar Pemda Konawe segera membangun jembatan darurat sembari menunggu jembatan benton. Ia berharap, Pemda tetap konsisten untuk membangun jembatan yang merupakan akses utama di Latoma tersebut.

“Kalau belum ada kejelasan juga, kami akan datang kembali pekan depan,” pungkasnya. (SN)

Back to top button
error: Copyright by sultranews.co.id