Berikut Tuntutan Massa Aksi Formasi di Kolut hingga Berujung Ricuh

waktu baca 2 menit

KOLAKA UTARA – Massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Ormas Tolaki (Formasi) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar demo di Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), tepatnya di Gedung DPRD Kolut, pada Kamis (15/7/2021), sekira Pukul 11.30 Wita.

Berikut tuntutan massa aksi di Kolaka Utara hingga berujung ricuh:

1. Mendesak pertanggung jawaban pihak perusahaan terkait pengrusakan kuburan leluhur suku tolaki.

2. Meminta kepada pihak perusahaan untuk menunjukan bukti-bukti administrasi tahapan investasi. Yang dimana point wajib tahapan investasi adalah melakukan analisis sosial budaya sesuai kearipan lokal setempat & melakukan diskusi publik dengan masyarakat adat tolaki selama 1×24 jam.

3. “Tanjung watukila” dan situs makam “wende’epa” di Desa Woitombo, Kecamatan Lambai, Kolut yang berada di wilayah izin IUP PT. Riota Jaya Lestari yang sangat disakralkan masyarakat adat tolaki.

4. Perbuatan pengrusakan “tanjung watukila” dan situs makam “wende’epa” oleh PT. Riota secara nyata telah melecehkan masyarakat adat tolaki. Atas dasar tersebut PT. Riota dituntut secara hukum adat tolaki & hukum positif sesuai ketetapan KUHP.

Diberitakan sebelumnya, sebelumnya tuntutan Formasi diterima baik oleh pihak ketua DPRD Kolut Buhari, untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Namun Buhari hanya mengizinkan perwakilan ormas sebanyak 10 orang untuk melakukan RDP di dalam gedung DPRD.

“Berhubung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sedang diterapkan jadi saya membatasi di dalam Gedung,” ucapnya saat menerima massa aksi.

Nahas, pernyataan itu tak membuahkan hasil beberapa koordinator lapangan menginginkan semua massa aksi harus masuk ke ruangan DPRD.

Akan tetapi Buhari tetap bersikeras untuk RDP di wakilkan hanya 10 orang saja.

Massa aksi tak terbendung, sehingga pihak kepolisian harus melepas gas air mata dan water canon ke arah pendemo.

Demikian massa aksi juga melemparkan batu ke arah pihak kepolisian dan harus berujung ricuh.

Sebagaimana diketahui Ormas yang tergabung dalam Formasi ialah Ponggawano Tamalaki, Tawon, KSBT, Laskar LAT, Tadu Sultra, PMT, Tamalaki Patowonua, Tamalaki Sarano Tolaki, Cyber Troops, dab GPTS.

Laporan : Muhammad Alpriyasin